Follow Us @soratemplates

Wednesday, February 14, 2018

Mau Jadi Reseller/Dropshiper???




Sistem dropship merupakan sebuah sistem penjualan produk secara online di mana si penjual tidak memiliki modal yang besar atau memasarkan produk sendiri. Berarti sama saja seperti reseller? Usaha dropship ini berbeda dengan reseller, reseller mengaruskan pengecer untuk membeli produk kepada supplier atau pemilik barang lalu kemudian dijual kembali dengan mengambil keuntungan dari selisih harga barang.
Sedangkan dropship, barang tidak lewat terlebih dahulu ke dropshipper, jadi saat pesanan diterima dropshipper menayangkan produk pada media sosial atau situs  online shop yang mereka punya saat ada pesanan informasi pemesanan diberikan ke supplier beserta biaya pembelian. Setelah diterima barang akan langsung dikirimkan ke konsumen atas nama dropshipper. Usaha ini membutuhkan modal yang lebih sedikit karena Anda tidak perlu membeli barang untuk dikirimkan ke konsumen.
Karena dalam bisnis ini, dropshiper atau reseller menjual produk orang lain, maka profit yang didapatkannya otomatis lebih kecil ketimbang memasarkan produk sendiri, bukan? Nah, untuk itu kalau ingin sukses dibisnis ini Anda perlu cerdik memasarkan produk. Sebelum membahas cara pemasaran produk, sebaiknya kita ketahui dahulu bagaimana sistem kerja dropship dan reseller.
Dasarnya Anda pasti sudah tahu bukan sistem bisnis dropship dan reseller? Yap, kita sebagai dropshiper dan reseller menjual produk mitra dan mendapatkan keuntungan berupa komisi. Dropship sendiri merupakan penjualan produk dari supplier (tanpa harus ada stok terlebih dahulu dan menjual produk tersebut ke customer dengan harga yang ditentukan oleh dropshipper. Sedangkan sistem jualan Reseller sedikit berbeda dengan dropship, di mana sebagai reseller Anda harus membeli barang untuk stok usaha Anda. Namun intinya sama-sama menjual produk orang lain.

Mana yang lebih menguntungkan dropship atau reseller?

Kedua sistemnya memiliki kelebihan dan keuntungan sendiri-sendiri. Namun bila Anda ingin punya fisik tempat usaha namun kurang produk sebaiknya pilihlah untuk menjadi reseller. Sebaliknya, jika Anda tidak punya tempat usaha jadilah dropshiper. Untuk menjadi dropshipper Anda harus rajin mengupdate jumlah stock yang tersedia di gudang supplier.

Bagaimana memperoleh keuntungan dari kedua sistem bisnis ini?

Untuk sistem dropship, keuntungan didapatkan dari harga yang Anda tetapkan dikurangi harga barang dari supplier. Misalnya Anda membeli produk dari supplier dengan harga Rp 200 ribu, lalu menjual produk itu kembali ke konsumen dengan harga sesuai pabrik ditambah harga yang Anda patok untuk keuntungan Anda. misalkan Anda menargetkan untuk mendapatkan keuntungan 50 ribu, jadi total harga yang dikenakan ke pelanggan adalah Rp 250 ribu ditambah ongkos kirim sebesar Rp 20 ribu.
Setelah Anda memperoleh pembayaran sebesar Rp 270 ribu dari pelanggan beserta alamat pengiriman. Maka selanjutnya laporan order dan pembayaran (harga pabrik) diserahkan ke supplier, ditambah dnegan ongkos kirimnya. Jadi jika Anda menggunakan sistem dropship maka keuntungan yang Anda dapatkan untuk 1 order sebesar Rp 50 ribu.  Sedangkan untuk reseller, keungtungan yang Anda dapatkan bisa 2x lipat karena biasnaya banyak supplier yang memberikan potongan harga untuk pembelian produk dalam jumlah yang banyak.
Untuk memulai bisnis dengan kedua sistem ini, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Inilah tips bagi Anda yang berminat menjadi dropshiper maupun reseller.

Tentukan produknya

Langkah pertama tentu saja menentukan produk apa yang ingin Anda jual. tentunya Anda tidak mau bukan jual produk asal-asalan. Paling tidak produk haruslah memiliki sifat yang sustainable dan berpeluang besar. Maka dari itu, pastikan Anda sudah mempertimbangkan hal-hal berikut ini sebelum mengambil keputusan menjual produk supplier.
  • Jangan terlalu banyak jual berbagai macam produk
  • Tawarkan produk yang lebih spesifik
  • Tentukan produk yang sifatnya tidak hanya sementara, sesuai trend dan memenuhi kebutuhan konsumen
  • Anda juga bisa tentukan dari permintaan konsumen
  • Pastikan ketahanan produk
  • Hindari pemilihan produk yang dimiliki kompetitor besar
  • Pilih produk yang mudah didistribusi

Pahami siapa konsumen Anda

Setelah memilih produk yang ingin Anda jual, sekarang waktunya untuk menentukan siapa konsumen Anda. Tentukan target pasar secara spesifik mulai dari usia, jenis kelamin, hobi, serta faktor lainnya yang bisa dimanfaatkan sebagai pendekatan dan promosi. Hal ini mungkin menurut Anda sepele namun sangat efektif untuk memasarkan produk Anda menyesuaikan identitas mereka.

Analisis kompetitor

Kompetitor adalah tempat Anda belajar dan memperbaiki strategi pemasaran Anda. Untuk itu, mempelajari kompotitor itu sangat harus Anda lakukan. Cari tahu bagaimana cara mereka melakukan pemasaran, apa yang kurang dari mereka dan bagaimana mengatasinya agar produk Anda lebih unggul dari kompetitor. Selain itu, apa yang memberdakan mereka dari kompetitor lainnya dan kenapa pelanggan lebih memilih kompetitor A dibanding B juga sebaiknya Anda pahami.

Cari Supplier

Jika Anda sudah yakin dengan pilihan produk dan telah mematangkan strategi pemasaran, maka langkah selanjutnya adalah mencari pemasok atau supplier. Ingat loh mencari supplier tuh tidaklah mudah. Di era digital seperti sekarang ini, banyak sekali produsesen yang menawarkan kemitraan dropship dan reseller. Maka dari itu pastikan pilihan supplier Anda tepat agar tidak merugi di awal. Berikut ini syarat supplier yang harusnya Anda pilih.
– Fast response, khususnya untuk para reseller atau dropshiper online, mencari supplier dengan respons cepat adalah salah satu faktor penting agar memiliki brand yang baik.
– Harga yang ditawarkan murah jadi bisa memungkinkan Anda untuk mendapatkan keuntungan lebih.
– Komisi jelas, carilah supplier yang tidak hanya memberikan harga yang murah namun memberikan harga khusus untuk reseller.
– Sudah pasti terpercaya.
– Lokasi dekat dengan tempat Anda berjualan terutama untuk reseller. Kalau Anda ingin di luar daerah tempat berjualan pertimbangkan ongkos dan estimasi pengirimannya.
– Kualitas produk tinggi, hal ini sangat harus dipertimbangkan untuk menjaga brand image bisnis Anda kedepannya.
– Stock barang lengkap sehingga Anda bisa terus mendapatkan orderan. Selain itu, perhatikan juga bagaimana sistem cek stoknya. Apakah sudah terintegrasi atau belum. Kalaupun masih manual, kembali pertimbangkan kecepatan respons supplier tersebut.
Nah, jika Anda masih bingung cari supplier yang bagus untuk bisnis Anda, berikut ini kami berikan beberapa rekomendasi supplier online untuk bisnis dropship dan reseller yang bisa Anda jadikan pilihan.

supplier.id 

Dusdusan.com

Bandros.co.id 

Winmarket.id 

Cakning.com

Tanahabangmarket.co.id 



No comments:

Post a Comment